Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar, melihat, membaca kalimat "Gangguan Jiwa"? Perlu digaris bawahi, setiap manusia diciptakan berbeda, tidak ada yang sama. Bahkan anak kembarpun memiliki karakter yang berbeda. Tidak perlu jauh membahas tentang orang-orang di seluruh dunia. konteks hal yang ingin aku bahas hanya di Indonesia. Di Indonesia, masih banyak stereotip negatif terhadap orang dengan gangguan jiwa, yang seringkali berujung pada pengucilan atau pengasingan. Hal ini pastinya disebabkan oleh beberapa faktor budaya, sosial, dan psikologis yang sudah berkembang lama di masyarakat Indonesia. Menurut kalian apa sih yang membuat stereotip ini menjamur bahkan seperti sulit diterima, padahal ini sudah tahun 2024. Bahkan besok sudah masuk tahun 2025. Karena kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental oleh masyarakat Indonesia, it's mean kurangnya edukasi dan dukung...
semua pengalaman yang terjadi dalam hidupku yg menarik (mungkin). Siapapun yg membaca blog ini semoga kalian menemukan sedikit cahaya.