"Jadi, kamu izinin aku buat ketemu dia?"
"Seperti biasa, apa aku pernah larang kamu untuk hal ini?"
"Aku janji kali ini aku berusaha menyelesaikannya dengan baik dan cepat"
"Hmm... pergilah! cepat selesaikan urusan kamu sama dia. Lalu, kembali dengan selamat"
"Aku pergi dulu, I Love You"
..........
Dalam setiap bulan seperti sudah masuk ke dalam rutinitasku, membahas dan melakukan percakapan tentang hal yang sama dengan Tio. Dia meminta izin, dan aku mengizinkan. Dengan kalimat yang sama dan penyelesaian yang sama. Sebentar... apakah selama ini ada penyelesaian?
Kami menjalin hubungan sudah terbilang cukup lama, dua tahun tepatnya di akhir tahun ini. Selama menjalin hubungan dengannya, bisa dibilang hubungan kami sangat rumit. Bagaimana tidak, karena fokus kami terbagi untuk memperhatikan satu orang, yang selalu menjadi topik pembahasan dalam hubungan kami. Dalam seminggu namanya tidak pernah absen dalam obrolan kami. Terkadang aku berpikir, jika dia tidak pernah hadir dalam hubungan kami, apakah hubungan kami akan berjalan lancar layaknya pasangan kekasih pada umumnya? atau apakah kehidupanku akan lebih jauh bahagia saat dulu aku tidak jatuh cinta dengan Tio? Entahlah, aku belum dapat menemukan jawaban tepat dari pemikiran dan pertanyaan-pertanyaan yang aku buat sendiri. Memang benar kebanyakan orang bilang, "manusia kalau sudah jatuh cinta itu bodoh" Logika tergeser dan perasaan mendominan. Aku percaya jawaban dari banyak pertanyaanku akan terjawab suatu saat nanti. Dan apapun akhirnya, aku berharap saat jawaban itu datang, diri ini dalam keadaan baik.
Kia
.png)
Komentar
Posting Komentar